Parang Sinangke Bergagang Full Perak - Restorasi Pusaka HSP
リアクション
2026年06月07日
Review Hasil Restorasi Parang Sinangke — Pakaian dan Ornamen Perak
Pada video kali ini kami membagikan hasil pekerjaan pembuatan pakaian dan ornamen perak untuk sebilah Parang Sinangke karya seorang pandai besi dari Tanah Luwu.
Bilah ini sebelumnya telah dipesan langsung oleh pemilik kepada pembuatnya di Luwu, kemudian dipercayakan kepada kami untuk pengerjaan gagang, sarung, serta kelengkapan perhiasan logamnya.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari parang ini adalah kualitas bilahnya yang sangat baik. Selain menggunakan teknik sambang, bilah ini juga memiliki tiga rak kepeng pelangi, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan penguasaan teknik tempa yang tinggi. Karakter pamornya pun tergolong tidak sederhana, menggunakan Pamor Gamaca, yaitu pamor yang membentuk pola menyerupai anyaman dinding bambu tradisional.
Tampilan pamor seperti ini memerlukan proses yang rumit karena logam harus disusun dan dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan pola yang menyerupai anyaman secara alami pada permukaan bilah.
Untuk gagang, dipilih kayu santigi tua berwarna gelap, dikenal karena kekuatan, kepadatan serat, dan ketahanannya yang sangat baik. Namun pada karya ini, sebagian besar permukaan gagang tidak lagi terlihat karena ditutupi dengan ornamen perak full yang dibuat dan diukir dengan pendekatan ukiran klasik yang terinspirasi dari karya-karya lama. Tujuannya bukan hanya memperindah tampilan, tetapi juga menghadirkan nuansa pusaka yang kuat dan berkarakter.
Sebagai pengaman genggaman, ditambahkan pula bagian pengancing tangan atau jari dari kayu santigi gelap, sehingga fungsi dan kenyamanan tetap terjaga meskipun gagang telah dilapisi ornamen perak secara penuh.
Pada bagian sarung digunakan kombinasi dua jenis konstruksi kayu dengan teknik sambungan atas dan bawah. Bagian tiang sarung dibuat dari kayu cendrana barik, sementara balembeng (penutup atas) dan sepatu (penutup bawah) menggunakan santigi tua berwarna gelap.
Perpaduan ini tidak hanya memperkuat struktur sarung, tetapi juga menghadirkan keseimbangan visual yang selaras dengan karakter gagang dan bilahnya.
Keseluruhan pekerjaan pada parang ini berfokus pada upaya menghadirkan pakaian yang sepadan dengan kualitas bilahnya.
Untuk referensi dari modal gagang dan sarungnya, kami menggunakan pusaka pasaranf Ta'awu khas Sulawesi Tenggara, sesuai dengan permintaan pelanggan kami yang berasal dari Kota Bau-Bau.
Sebuah perpaduan antara kemampuan tempa dari Tanah Luwu dengan pengerjaan pakaian dan ornamen yang dikerjakan secara khusus sesuai permintaan pemiliknya.
Update Literasi & Referensi:
Baca bedah literasi lebih mendalam tentang jenis material bahan Luwu dan jenis kayu pusaka di:
👉 hsppusaka.com
👉 badikmakassar.com
Katalog & Koleksi Lainnya:
Cek stok galeri terbaru kami di: koleksi.hsppusaka.com
Selamat menikmati.
Production By HSP Pusaka
Somba Opu. Kab. Gowa. Sulsel
Telp/ Wa 0811400053
Badik Makassar Channel - Wisata Pusaka - Ragam Pusaka Sulawesi
#badikbugis #badiklompobattang #pusakasulawesi
Pada video kali ini kami membagikan hasil pekerjaan pembuatan pakaian dan ornamen perak untuk sebilah Parang Sinangke karya seorang pandai besi dari Tanah Luwu.
Bilah ini sebelumnya telah dipesan langsung oleh pemilik kepada pembuatnya di Luwu, kemudian dipercayakan kepada kami untuk pengerjaan gagang, sarung, serta kelengkapan perhiasan logamnya.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari parang ini adalah kualitas bilahnya yang sangat baik. Selain menggunakan teknik sambang, bilah ini juga memiliki tiga rak kepeng pelangi, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan penguasaan teknik tempa yang tinggi. Karakter pamornya pun tergolong tidak sederhana, menggunakan Pamor Gamaca, yaitu pamor yang membentuk pola menyerupai anyaman dinding bambu tradisional.
Tampilan pamor seperti ini memerlukan proses yang rumit karena logam harus disusun dan dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan pola yang menyerupai anyaman secara alami pada permukaan bilah.
Untuk gagang, dipilih kayu santigi tua berwarna gelap, dikenal karena kekuatan, kepadatan serat, dan ketahanannya yang sangat baik. Namun pada karya ini, sebagian besar permukaan gagang tidak lagi terlihat karena ditutupi dengan ornamen perak full yang dibuat dan diukir dengan pendekatan ukiran klasik yang terinspirasi dari karya-karya lama. Tujuannya bukan hanya memperindah tampilan, tetapi juga menghadirkan nuansa pusaka yang kuat dan berkarakter.
Sebagai pengaman genggaman, ditambahkan pula bagian pengancing tangan atau jari dari kayu santigi gelap, sehingga fungsi dan kenyamanan tetap terjaga meskipun gagang telah dilapisi ornamen perak secara penuh.
Pada bagian sarung digunakan kombinasi dua jenis konstruksi kayu dengan teknik sambungan atas dan bawah. Bagian tiang sarung dibuat dari kayu cendrana barik, sementara balembeng (penutup atas) dan sepatu (penutup bawah) menggunakan santigi tua berwarna gelap.
Perpaduan ini tidak hanya memperkuat struktur sarung, tetapi juga menghadirkan keseimbangan visual yang selaras dengan karakter gagang dan bilahnya.
Keseluruhan pekerjaan pada parang ini berfokus pada upaya menghadirkan pakaian yang sepadan dengan kualitas bilahnya.
Untuk referensi dari modal gagang dan sarungnya, kami menggunakan pusaka pasaranf Ta'awu khas Sulawesi Tenggara, sesuai dengan permintaan pelanggan kami yang berasal dari Kota Bau-Bau.
Sebuah perpaduan antara kemampuan tempa dari Tanah Luwu dengan pengerjaan pakaian dan ornamen yang dikerjakan secara khusus sesuai permintaan pemiliknya.
Update Literasi & Referensi:
Baca bedah literasi lebih mendalam tentang jenis material bahan Luwu dan jenis kayu pusaka di:
👉 hsppusaka.com
👉 badikmakassar.com
Katalog & Koleksi Lainnya:
Cek stok galeri terbaru kami di: koleksi.hsppusaka.com
Selamat menikmati.
Production By HSP Pusaka
Somba Opu. Kab. Gowa. Sulsel
Telp/ Wa 0811400053
Badik Makassar Channel - Wisata Pusaka - Ragam Pusaka Sulawesi
#badikbugis #badiklompobattang #pusakasulawesi